Wednesday, February 16, 2011

Balada anak tukang catering

Hampir sepanjang minggu sang ibu sibuk berkutat didua tempat yang berbeda , antara di salah satu gedung perkantoran di bilangan cilandak dan malam hari dan weekend berkutat didapur dan sering pula berkeliaran disekitaran pasar dikota Bogor serta mulutnya tak henti henetinya sibuk memberi instruksi ke beberapa anak buahnya laksana komandan Batalyon, sedangkan sang Ayah sedang berjuang meniti karir nun jauh di kota kecil yg beraroma batik dan berjarak hampir 400 Km dari mereka.

Mereka si anak anak berusia hampir 8 tahun dan 3 tahun yang selama ini mencoba memahami kondisi orangtua mereka. Sang ibu sempat merasa takut sang anak merasa terpinggirkan oleh keadaan yang memaksa ini. Dimana disaat saat weekend anak anak lain mendapat jatah bersenang senang dengan berjalan jalan ke mal atau ketempat rekreasi. Sang anak anak burung itu belum tentu menyecap hal yang sama dengan anak anak lain.

Dipagi hari weekend, kadangkala mereka belum mandi dan sekaligus belum sarapan sedikitpun harus melewati pemandangan pagi yang sungguh amat sibuk dan panik. Sang ibu dengan berbagai instruksinya dan para pegawai tergopoh gopoh mengikuti instruksi. Dan kadangkala mereka pun kebagian peran kecil seperti , sang adik yang mampu membantu dengan meletakkan buah jeruk di pojok box carton bersebelahan dengan nasi , kadangkala sang kakak membantu memotong daun srawung dengan menggunakan gunting, kadangkala membantu membalik plastik tahan panas dan memasukkan sayuran dan kadang juga mengisi box dengan ayam bakar. Tentunya dengan wanti wanti dari sang ibu " kalau capek bilang ya, gak usah diterusin ya sayang".

Mereka mengangguk riang dan kemudian tak berapa lama mereka sudah kembali bermain main diteras. Kadang melihat si mbaknya memotong atau mengukir garnish berupa wortel dan loba, dan sesekali mereka turut menancapkan beberapa hiasan garnishh ke Tumpeng.

Direlung sudut sang ibu, terguguk haru. Merasa bersalah, anaknya yg belum genap 5 tahun harus turut membantu sang ibu mengais rezeki dihari libur mereka.

Tapi ternyata semua itu tidak mengurangi keriangan mereka , sambil menunggu pesanan siap diantar, kadangkala sang kakak sudah mampu memandikan adeknya dan sekaligus mendadaninya. Setelah mereka rapi, sambil menunggu mereka bermain main dijalan depan rumah sambil sibuk tertawa dan joget joget dan kadang bermain peran, tentunya dengan pengawasan minim dari kami.Jikalau pesanan ke arah puncak, sepulangnya sang ibu mengajak mereka berkuda di areal wisata gunung mas, kadangkala cukup menelusuk ke beberapa tempat dipuncak yg menyajikan ambience yang berbeda. Kadang cukup memarkirkan kendaraan di resto Cimory sambil menyeruput segelas Bluberry yoghurt shake dan bermain di Play groundnya sudah membuat mereka berlarian dan terdengar gelak tawa mereka.

Jikalau pesanan kearah parung, kami membelokkan kendaraan ke arah kaki gunung salak dan hiking kecil kecilan menyusuri sungai dan menemukan air terrjun curug nangka. Sepanjang menuju curug nangka kami berjalan kaki sesekali berhenti dikarerenakan sang ibu cukup payah dengan membawa calon bayi , berhenti sejenak di saung saung sepanjang curug, sambil melihat monyet monyet melompat dari satu dahan pinus ke dahan yang lain serta menikmati segarnya lereng gunung salak. Pernah pula kami membelok kearah sentul ke arah gunung pancar yang penuh pemandangan hutan pinus yang menawan. Dan kadang jikalau hari masih belum terlalu siang , kami arahkan mobil ke arah kawah ratu disekitaran cidahu.

Sepanjang jalan mereka sungguh riang dan menikmati seluruh acara antar tumpeng sekaligus piknik ini, kadang terbersit rasa khawatir mereka terlalu capek. Tapi justru karena sering tertempa kerasnya keadaan, membuat mereka malah menjadi mandiir , kuat dan tangguh menghadapi tantangan. Amien.

Sang ibu menarik napas lega, dengan segala keterbatasan yang ada, anak-anak mampu menikmati liburan ala kadarnya. Ternyata tak selamanya nasib anak tukang catering harus kehilangan masa kecilnya dan tidak bahagia. Semoga momen - momen ini kelak akan menjadi momen yg indah disaat mereka dewasa kelak.

Hanya sebaris doa ibu untuk putri -putri tercintanya:

"Ya Allah lindungilah putri - putriku ya Allah, bahagiakanlah mereka ya Allah disepanjang hidupnya ya Allah, Mudahkanlah Jalan hidupnya ya Allah, Jadikanlah mereka putri - putri yang sabar, kuat dan sholehah. Amien"

Monday, February 16, 2009

Asha Main Air



Begini gambaran kalau Aisha sedang sibuk bermain air. Keukeuh, ngotot, gak bisa dilarang, susah distop meskipun sudah basah kuyup dan kedinginan.



Terus terang saya beda treatment dalam style mengasuh alya dan Asha, disamping memang keduanya sangat berbeda karakter. Alya si Putri baik hati ...sama Asha si putri yg pantang menyerah.






Dulu saya overprotective terhadap alya, sampe sampe Baby Alya ngerti kalo dia gak boleh turun ketempat kotor tanpa pake sepatu. Alya bakalan kelimpungan nyari sepatunya saat dia kepingin keluar rumah. Berbanding terbalik dengan Baby Asha, cuek turun dibebatuan meskipun gak pake sendal. Alya pun enggan memegang sesuatu yg kotor kotor, berbanding terbalik dg asha yang suka banget ngaduk ngaduk tanah dengan jari jarinya.






Alya jauh lebih tertib en penurut dibanding Asha, Alya tidak akan melangkahkan kakinya keluar rumah sebelum mendapat ijin dari kami, bisa dihitung alya pergi gak pamitan. berbeda 180 derajat dengan asha. Pintu pagar terbuka sedikit saja sudah pasti akan kabur.






Lihatlah bayi lucu itu, duduk dibatu batu jg hayuk aja..padahal itu batu agak agak lancip...tp baby asha terlihat nyaman nyaman aja kan bersantai ria dibebatuan itu?








Satu lagi , jangan coba-coba untuk mengusik keasyikan baby asha kalau gak kepingin baby asha mengamuk gak karuan, menjerit , melenting -lenting dan menendang -nendang gak karuan.






But..I love both of my princess. I luv u girls.

Thursday, January 8, 2009

Asha First Step




**Keterangan : Foto Asha saat jalan di hari ke 5

Alhamdulillah Asha yang berberat badan 9.1 Kg dan berusia 13 bulan kurang 3 hari , pada tanggal 2 January 2009, secara officialy sudah bisa melangkahkan kakinya sendiri.

Gimana perasaan mama? Luar biasa gembira dan bersyukur tiada henti sama Allah, Asha dikasih kemudahan , perkembangan motorik halus dan kasarnya lancar, logika berfikirnya cukup bagus, pertumbuhan berat badannya semuanya on the track.

Asha udah mulai berani , ketemu orang sudah mengulurkan tangannya untuk cium tangan, dada dan kiss bye kl ada orang mau pergi, sudah pinter manjat -naik turun ranjang mama sendiri, ngerti cara manjat dg menarik kursi kecil supaya bisa naik tempat tidur kakak yang agak tinggi tinggi, manjat pegangan kursi teras sambil berpegangan pada daun jendela. Wah anakku memang tomboy ya..hahhaha. Trimakasih ya Allah .


Di hari pertama bisa berjalan sendiri dan lepas dari pegangan kita Asha masih agak takut-takut, sudah bisa jalan sendiri tapi masih agak ragu ragu. Hari kedua masih hampir sama. Pas hari keempat - sudah bisa jalan agak jauh dr pintu depan sampai belakang rumah. Masih lom stabil, untuk mengimbangi asha mengangkat tangannya. Masih suka merondang karena kalau jalan kelamaan ya Sha?

Tapi ajaibnya pas hari ke 6, terjadi lompatan yg lumayan banget, asha sudah bisa berjalan dg lumayan cepat , sudah gape belok , lebih gesit , tapi masih lom stabil - masih agak sempoyongan, tangan masih diangkat keatas , kalau jatuh langsung berdiri lagi .

Pas hari ke 7 Asha berjalan, Asha sudah bisa muter U turn..hahahhaha iya sudah bisa berbalik dalam keadaan jalan. Sudah bolak balik dari depan ke belakang langsung muter lagi dari belakang ke Pengereman belum maksimal, masih ajrut ajrutan kl ngerem. Kelemahan Asha - anaknya gegabah, sering banget saat terjatuh hampir terbentur ujung meja, ujung tembok , krn lom ngerem. Ini belajar nyetir mobil ato belajar jalan sih. Ah pintarnya anakku.

Ah trimakasih ya Allah atas karunia dan nikmatmu ini. Amien.

Thursday, December 4, 2008

Happy 1'st B'day Asha

Aisha.....
Selamat ulang tahun ya nak ya.........

Pagi ini mama tidak bosan-bosannya memandangi wajahmu yang selalu tampak lucu dan menggemaskan. Siapa yang tidak ingin berlama-lama memandangimu nak, mama sungguh jatuh hati padamu Asha......kamu sungguh cantik nak. Tak terasa setahun sudah berlalu.

Setahun yang lalu, yah setahun yang lalu mama diberi amanah oleh Allah untuk melahirkan, membesarkan dan mendidikmu Asha. Sungguh suatu kebahagiaan buat mama , melahirkan bayi mungil nan lucu dan kemudian didetik pertama dalam kehidupan kamu , kamu mulai menyusu dengan lahap. Sungguh itu momen yang tidak bisa mama hilangkan dari ingatan mama nak. Sungguh mama sangat menikmati dan tidak melupakan semua momen-momen indah bersamamu nak.....

Tangisanmu, tawamu , celotehmu, tingkah lucumu selalu mengisi hati mama nak...tiada henti-hentinya dan bertubi tubi, yah perasaan mama kepadamu selalu bertubi -tubi nak. Setiap pagi , ingin rasanya mama membenamkan wajahmu didekapan mama nak.......


Ah Aisha.....
bukan cuma mama nak, tetapi Papa dan kakak Alya dan tak ketinggalan mbak nah pun seringkali kau buat hati mereka membuncah karena bahagia. Disetiap pagi Papa dan kakak Alya selalu tidak sabar menyerbu tempat tidurmu dan mendaratkan ciuman dan pelukan hangat mereka untuk kamu nak.


Aisha...
kamu seperti gula-gula nak..kamu membuat hari - hari kami selalu terasa manis. Manis..ya seperti gula. Sambutan tawamu saat kami membuka pintu , seakan menghilangkan penat kami nak, menghilangkan keruwetan yang ada dikepala kami. Yang ada hanya damai sewaktu memandangi bola bening matamu Asha...

Aisha..hari ini mama, papa dan kakak Alya sungguh bahagia, mampu memberikan kado terbaik untukmu. Beruap seuntai Doa, Doa untuk kamu nak.

Ya allah ..berilah segala kebaikan , kemuliaan dan rahmatmu buat Aisha ya Allah.
Tuntunlah Aisha selalu dijalanmu, dijalan lurusmu, Limpahkan karuniamu kepadanya ya Allah.
Ijinkan kami mendidik dan membesarkan dan menemaninya bersama hari -hari kami ya Allah
Ya allah, jadikanlah putri kecil kami , adik kami ini kelak menjadi wanita yang berhati mulia ya Allah, wanita utama, wanita sholehah, yang menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta. Amien.


Kami yang sangat mencintaimu,

Mama-Papa-Kakak Alya

Wednesday, November 26, 2008

Asha - Menjelang Setaon

Beberapa hari lagi Asha bakalan ulang tahun yang pertama. Ah senangnya...waktu cepet banget berlalu. Asha yg sewaktu dilahirkan kulitnya biru lebam di pipinya dan berbintik-bintik merah di seluruh wajahnya sekarang sudah menjelma menjadi bayi yang lucu, menggemaskan dan pemberani, sedang belajar jalan - sudah bisa lepas tangan satu, suka banget memanjat meja kecil plus dorong dorong meja kecil punya si kakak Alya. Jatuh bangun sudah biasa buat Asha. Tubuhnya terjengkang pun sudah sering. Alhamdulillah jarang nangis, kecuali sakit banget atau kaget mendengar teriakan kita.

Prediksi saya, Asha ini termasuk type risk taker-nekat, berbeda dengan Alya yang penuh perhitungan sebelum sebelum bertindak. Makanya Alya dari kecil jarang jatuh, dari tempat tidurpun belum pernah karena dia pintar turun dari tempat tidur kami. Berbeda dg Asha.

Emosionalnya Asha sudah sangat berkembang, buktinya dia sudah punya self defence. Apabila Asha sedang berjalan -jalan disekitar rumah, tidak sedikit ibu - ibu sebelah rumah yang amat sangat gemes sama asha dan noel pipinya. Baby Asha tidak segan segan untuk menepis tangan ibu itu atau bahkan membalas memukulnya sembari berteriak marah. So...jangan macam-macam sama Asha ya..hahhaha.

Tetapi ada tetapinya, Asha memang lebih keras - keras kepala - susah bernegosiasi sama Asha. Dan juga lebih mudah terpancing emosinya -hahahahha. Tidak segan segan Asha akan mengeluarkan jurus teriakannya yg super kencang dan tegas itu apabila ada diantara kita yang mencoba merebut benda/barang yang ada ditangannya. Sekuat tenaga akan dipertahankan benda tersebut. Jadi bukan pemandangan aneh ada seorang bayi yg belum genap 1 tahun sedang berebutan benda/mainan/buku/kertas/pinsil dengan seorang anak berumur 6 tahun.

Kemampuan sosialisasinya lumayan, buktinya dia sudah punya teman dekat dan mengenali siapa temannya dan siapa teman kakaknya. Teman Asha yg sering berkunjung ke rumah - cheryl - cathrin - davina - Indira rata rata lebih tua 3- 4 bulan dibanding ASha, kecuali cheryl sudah 2 tahun. Asha sudah mulai bisa bermain bareng dengan para batita itu, buktinya kalau sedang main bareng mereka saling berkomunikasi dengan bahasa bayinya itu. Bahkan saat cheryl sedang berteriak - teriak dari depan rumahnya yg memang cuma berseberangan dengan kita pun Asha akan membalas dengan terikaan yang sama . Ah....Lucu sekali.

Ada bedanya seandainya Asha sedang ikut main bareng dengan teman-teman kakak. Dia akan ikut main sebagai anak bawang, ikut main dibelakang anak anak besar itu dan cukup tahu diri bahwa dirinya tidak berarti bagi teman - teman kakak. Tidak mendapat peran dan tidak berbicara dengan mereka.

Bahkan Asha sudah bisa bermain kejar-kejaran sama kakak Alya, Asha mengejar kakak dengan ilmu merondang yang super cepat itu. Sampai-sampai si kakak geli campur ketakutan dikejar sama bayi ini.
Motorik halusnya cukup berkembang, Asha sudah bisa memunguti remah - remah makanan, mulai bisa memegang pinsil dan cukup bisa membolak balik buku. Motorik kasarnya juga sudah sesuai jadwal, sudah belajar berjalan dilepas satu tangan dan memanjat.

Kemampuan verbal Asha cukup bagus, at least dibanding Alya. Beberapa hari ini sudah mulai menyebut apa...apa ...?? na..na...(kesana)?? dan mbak nah dipanggil mama mbak..hahhahaa, selain memanggil saya ma..mama....pa papa...aak (kakak).

Kesehatan Asha hampir setaun terakhir ini cukup bagus- batuk pilek parah 1 kali, batuk pilek yg tidak parah 3 kali dan suspect HFMD dan semuanya tanpa pengobatan - hanya home treatment saja, pertambahan berat badannya masih on the track - meskipun maemnya tidak sebanyak teman teman sebayanya paling tidak selera makannya lebih bagus dibanding kakak Alya waktu seumur Asha. Asha beruntung karena hampir setaun ini mengkonsumsi ASI.

Ah iya ada yang spesial dengan Asha, sejak bayi sekitar umur 2 - 3 bulan , Asha sering kali menggerak gerakkan kepalanya (mirip berjoget) apabila kita mendendangkan irama musik tertentu. Saya sempat worry - jangan jangan ada sesuatu yg salah dengan Asha dan terus terusan mengobservasi hal ini. Alhamdulillah keliatannya memang ini adalah kelebihan Asha. Yak Asha suka sekali berjoget. Mendengar irama musik apapun dia pasti akan berjoget - dulu dulu dia akan menggeleng gelengkan kepalanya apabila mendengar irama musik. Entah itu lagu betulan , suara tukang roti dan bahkan suara topeng monyet. Apalagi sekarang -sekarang, Asha sudah berjoget sambil mendul mendul kaki dan bokongnya bergoyang-goyang. Kami sering menanggap asha ini, karena jogetnya lucu sekali. Bahkan dlm keadaan menangis pun asha akan berhenti sebentar menangis untuk joget saat kita mendendangkan irama musik.

Asha...sweetie...sing cepet besar ya nak, berbudi baik, pintar , sholehah. Amien.


Terimakasih ya Allah, atas nikmatmu yang luar biasa besar ini , keluarga , anak-anak yang sehat, pintar, cantik dan lucu. Terimakasih ya Allah, Engkau telah memberi kami kesempatan untuk merawat, mendidik dan membesarkan hartamu yang tak ternilai harganya ini ya allah. Tiada henti-hentinya kami bersyukur atas nikmat dan karuniamu ini ya Allah. Amien.


Wednesday, October 8, 2008

Asha Sakit

Empat hari sebelum lebara Asha demam - keliatannya ketularan si kakak Alya yg udah demam terlebih dahulu dan batuk pilek. Bedanya kakak Alya 3 hari kemudian sudah sembuh, nah si adek Asha nih yang batpilnya parah.

Bahkan pernah suatu malem Asha rewel berat- bukan rewel biasa lagi - rewel berat tiap 1 jam sekali bangun ,nangis,diminumin, batuk en then muntah. Sampai pagi emaknya gak tidur - tepar banget. Duuh kasian banget liat asha seperti itu. Sempet diurut di bu Tardi keesokan harinya trus malemnya bobonya udah nyenyak banget.

Lebaran dilalui dengan batuk pilek, siang gak bisa ditaruh sama sekali, ditinggal di box sebentar nangis gak berhenti - henti, diajak maen kakak gak mau, ditaruh dikasur bawah gak mau juga.....wis pokoknya pengen nempel terus sama maknya.

Bahkan sempat ada incident, karena saking gak mau ditinggal - Asha saya gendong sambil goreng ikan buat sikakak, sebetulnya tinggal diangkat en ditaruh dipiring, gendongnya pun disebelah kiri banget. Dasar lagi apes..ikan yg baru saya pindah ke piring dg sukses dipegang Asha....woaaaaaaa...reflek saya cuci telapak tangan asha trus lari terbirit birit nyari bioplacenton - dioles ditelapak tangan sebanyak banyaknya. Terbayang kan betapa panasnya tuh ikan...tp saking Asha liat maknya sudah panik, walhasil si asha malah gak nangis sama sekali...hahahaah.

Trus selama seminggu gak ada yang bantuin sama sekali - bapaknya anak-anak ngantor teruuuus , libur cuma 1 hari sebelum lebaran plus lebaran hari pertama, selebihnya masuk kerja. Maklum lah kerja di store kan gitu. Jadi Alya malah mandiri - mandi sendiri - makan sendiri - bantuin mama jagain adik. Bantuin mama nyapu.

Nah ini dia karena bantuin jagain asha sementar hobi asha merangkak kemana mana, dilarang ke teras supaya gak ngambilin batu, malah ngeloyor ke dapur - megang megang keset kotor, dilarang kedapur malah masuk kekamar mainan kabel kabel obat nyamuk - dilarang kekamar malah mau masuk kekamar mandi, walhasil beberapa kali asha malah terjungkal karena alya gak sengaja menarik asha terlalu keras. Asha kejedot meja kayu, Asha tersungkur di jendela karena kepleset buku buku.

Ahh sungguh lebaran yang melelahkan. Pinggang dan punggung...alamak...pegel semua.